
SUKABUMI — Pemerintah Desa (Pemdes) Cijengkol, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, mulai merealisasikan anggaran Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026. Langkah awal realisasi ini diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur jalan desa dengan metode rabat beton di ruas Jalan Kuta Tegal–Cijengkol. Proyek ini diprioritaskan untuk meningkatkan aksesibilitas transportasi sekaligus menstimulus roda perekonomian masyarakat setempat.
Berdasarkan papan informasi di lokasi, proyek ini berada di bawah Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa, Sub Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Pekerjaan difokuskan pada peningkatan dan pengerasan jalan desa dengan spesifikasi panjang 310 meter, lebar 2,5 meter, dan tebal 14 sentimeter.
Proyek dengan total anggaran sebesar Rp179.000.000 ini sepenuhnya bersumber dari Dana Desa TA 2026 dan dikerjakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Cijengkol melalui dua tahapan:
- Tahap Pertama: Alokasi anggaran sebesar Rp73.120.000 dengan masa kerja 7 hari kalender.
- Tahap Kedua: Alokasi anggaran sebesar Rp105.880.000 dengan masa kerja 13 hari kalender.
Pihak TPK Desa Cijengkol menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas konstruksi agar sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah direncanakan. Mereka memastikan pengerjaan dilakukan secara transparan, tepat waktu, dan kokoh agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat luas.
Kepala Desa Cijengkol, Oban Sobandi, menjelaskan bahwa proyek ini lahir dari hasil musyawarah mufakat bersama warga. Kondisi jalan yang sebelumnya memprihatinkan dinilai mendesak untuk segera diperbaiki demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
”Pembangunan jalan rabat beton ini merupakan wujud pelayanan kami kepada masyarakat. Akses jalan yang layak adalah kunci utama untuk menopang sektor ekonomi, pertanian, pendidikan, hingga pelayanan sosial di desa ini,” ujar Oban.
Ia menambahkan bahwa kelayakan infrastruktur jalan akan mempermudah petani mendistribusikan hasil panen, menekan risiko kecelakaan, dan mempererat konektivitas antarwilayah. Oban juga menekankan pentingnya keterbukaan publik, di mana seluruh proses dari perencanaan hingga anggaran dapat dipantau langsung oleh masyarakat melalui papan proyek.
”Kami mengimbau warga untuk bersama-sama menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun menggunakan uang negara ini. Pengawasan dari masyarakat juga sangat kami harapkan agar proyek berjalan optimal,” tambahnya.
Inisiatif Pemdes Cijengkol ini disambut hangat oleh warga. Dedi (45), salah seorang warga setempat, mengungkapkan rasa syukurnya atas perbaikan jalan tersebut. Menurutnya, jalan tersebut sebelumnya sangat licin dan berlumpur saat musim hujan, sehingga menyulitkan aktivitas sehari-hari, terutama bagi para petani yang mengangkut hasil bumi. Kini, mobilitas warga menjadi jauh lebih mudah, cepat, dan aman.
//Red.
